REMBUG STUNTING

 

Pada hari Selasa, 28 September 2021 dilaksanakan kegiatan rembug stunting di balai desa Bulumulyo. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ibu-ibu PKK, pemerintah desa, guru paud beserta guru TK desa Bulumulyo. Pak Agus Prijadi selaku pendamping desa menjelaskan bahwasannya ada 3 komponen pencegahan stunting dari segi perilaku yakni:

  1. Pola Asuh
  2. Pola Makan
  3. Pola Hidup Bersih

Adapun tugas utama desa dalam konveregensi pencegahan Stunting adalah:

  1. Memastikan 5 paket layanan pencegahan Stunting tersedia dan terintegrasi di desa
  2. Memastikan kelompok prioritas ibu hamil dan bayi umur 0-2th dapat mengakses layanan.

Dalam rembug stunting di balai desa Bulumulyo ini, pak Agus Prijadi juga merujuk pada poin sdgs nomor 5 yang berisi tentang kesetaraan gender (kebebasan perempuan dalam bersuara). Nah disini Pak Agus Prijadi memberikan kesempatan kepada para partisipan yang sebagian besar perempuan untuk mengemukakan pendapat dan usulannya.

Deteksi dini mengenai stunting ini desa yang menentukan tidak bu bidan. Maka dari itu, pendaftaran paud untuk usia 2-3 tahun ini diperlukan sebagai salah satu konvergensi intervensi penurunan stunting dikarenakan 1000 HPK (Hari Pertama Kelahiran) itu sangat penting untuk kehidupan seterusnya.

Ibu Darni selaku guru paud mengungkapkan bahwasannya anak umur 2 tahun itu belum terdaftar di paud. “untuk saat ini paud belum membuka anak yang berumur 2 tahun, yang terdaftar anak usia 3-4 tahun” ujarnya. Selain itu Ibu Darni berharap jika dibuka kelas paud untuk anak umur 2 tahun maka harus ada penambahan tenaga pendidik karena tentunya lebih sulit lagi mengondisikan anak diusia tersebut.

Pak Agus Prijadi menghimbau kepada seluruh partisipan rembug stunting ini bahwasannya pendapat dan usulan-usulan tersebut akan ditampung dulu kemudian diserahkan kepada pemerintah desa untuk ditindaklanjuti pada saat musyawarah desa.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan